Selasa, 04 Mei 2010

Desain Gedung Guru Convention Centre Disayembarakan

0 komentar
MUARA BELITI–Perhatian Bupati, H Ridwan Mukti terhadap kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Musi Rawas (Mura) cukup besar. Terbukti sudah dilaksanakan peletakan batu pertama pembanguna gedung guru diatas lahan 4 hektar di Agropolitan Centre, Kecamatan Muara Beliti, Senin (3/5).
Bupati Ridwan Mukti mengatakan pihaknya berharap gedung guru ini merupakan gedung terbesar di Asia Tenggara hingga menjadi catatan sejarah bagi Kabupaten Mura dalam hal memerhatikan eksistensi guru. Agar bangunan gedung ini menjadi bagus maka dalam waktu dekat ini Pemkab Mura akan melakukan sayembara desain gedung dengan peserta dari para guru se-Indonesia. "Kita akan melakukan kerjasama dengan media lokal hingga media nasional untuk mengumumkan sayembara desain gedung guru tersebut. Kita berusaha nanti agar gedung ini dapat beroperasi dan menjadi yang terbaik yang ada di Asia Tenggara," harap Bupati dihadapan para undangan.
Selanjutnya Bupati menyatakan pihaknya bukan hanya ingin membangun proyek mercusuar saja melainkan juga membangun gedung yang refresentatif untuk guru. "Kita ingin membuat catatan sejarah di Kabupaten Mura untuk membuktikan bahwa masih ada anak bangsa yang cinta dengan sosok guru. Karena gedung ini nanti kita persembahkan untuk para guru yang bertugas di Kabupaten Mura," papar Ridwan Mukti dengan suara begitu bersemangat.
Terpisah, Kabag Humas Setda Mura, Syahfaz Ratu PN membenarkan sayembara desain gedung guru ini terbuka untuk para guru yang ada di Indonesia. "Jadi bukan hanya guru di Kabupaten Mura saja bisa mengikuti sayembara ini tetapi juga guru di seluruh Indonesia karena kami akan mengumumkannya di media cetak lokal dan nasional nantinya," jelas Syahfaz, kemarin.(06)

Upacara Hardiknas, Tiga Murid SDN Pingsan

0 komentar
MUARA BELITI–Ada kejadian menarik saat upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kabupaten Musi Rawas (Mura) di alun-alun Agropolitan Centre Kecamatan Muara Beliti, Senin (3/4), sekitar pukul 09.00 WIB. Sedikinya tiga murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Muara Beliti, pingsan karena diduga belum sarapan pada pagi harinya.
"Kami ini dari SDN 04 Muara Beliti," kata salah seorang murid dengan wajah pucat. Ia duduk di belakang jok di bagian tengah mobil. Sementara teman-temannya yang pingsan mendapatkan pertolongan dari tim medis. Bisa jadi sinar matahari yang terik ditambah stamina pelajar yang kurang bagus membuat mereka pingsan mendadak. Apalagi rangkaian upacara tersebut cukup lama dengan mengikuti acara seremoni peringatan Hardiknas dengan Inpesktur Upacara, H Ridwan Mukti.
Pelajar yang pingsan itu langsung mendapatkan pertolongan dari tim medis Puskesmas Muara Beliti yang tanggap terhadap peserta yang pingsan tersebut. Sehingga peserta upacara yang kebanyakan para pelajar itu jik ada yang pingsan dibawa masuk ke dalam mobil medis sudah disiapkan tim medis di dekat alun-alun. Di dalam mobil itu ada dua orang tenaga medis yang memberikan pertolongan pertama pada korban tersebut. Salah satunya dengan mengoleskan minyak angin ke tubuh korban.
Saat ditanyakan kepada tim medis tersebut, perawat itu membenarkan para pelajar pingsan. "Memang mereka ini pingsan tetapi sudah kita tangani," ucap perawat tersebut. Sementara usai upacara mobil Puskesmas keliling itu masih mengobati para pelajar yang pingsan, sedangkan para pegawai mulai bubar setelah upacara selesai.(06)

Kades Sungai Pinang Usulkan Perkebunan Beri Kontribusi

0 komentar
Untuk Kas Desa Sebesar 1 Persen
MUARA LAKITAN–Kepala desa (Kades) Sungai Pinang, Firdaus mengusulkan kepada Pemkab Mura agar setiap desa di Kabupaten Mura yang memiliki perkebunan memberikan 1 persen dari luas kebun untuk kas desa.
Firdaus Kepada wartawan koran ini Senin (3/4) mengatakan, setiap perkebunan memberikan 1 persen dari luas perkebunan ke desa dapat menjadi income desa. "Apalagi desa memiliki Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBD) tersendiri. Asumsinya dengan luas perkebunan dari 9.300 hektar untuk 1 persennya 93 hektar, untuk satu hektar untuk 5 tahun kedepan penghasilan desa mencapai Rp 2 juta. Ketentuan semacam ini sudah terlaksana di Desa Sungai Pinang," jelas Firdaus.
Firdaus menambahkan keinginan dirinya dapat diterapkan kepada desa yang ada perkebunan di Kabupaten Mura. "Sebab untuk penerapan ini desa tidak mengandalkan dana Bantuan Desa (Bandes) biasa dipakai guna pembangunan desa dari pemerintah," jelas Firdaus.
Dia meneruskan hasil 1 persen untuk kas desa juga tidak merepotkan pemeintah karena melebihi honor kades dan perangkat desa dalam satu tahun. Ditanya gaji kades dan perangkat desa, Firdaus mengatakan untuk gaji kades dan perangkat desa dalam satu tahun sebesar Rp 108 Juta.
"Kalau dari hasil 1 persen perkebunan bisa melebihi gaji yang dianggarkan pemerintah juga dapat membatu pemerintah memajukan perekonomian desa," imbuh Firdaus menyatakan, usulan ini sudah disampaikan ke Bupati Mura tetapi belum ada jawaban dari Bupati. "Bupati mengatakan akan dikaji terlebih dahulu," papar Firdaus.(14)

Senin, 03 Mei 2010

Jalan Poros Manaresmi Memprihatinkan

0 komentar
MUARA BELITI–Warga Desa Manaresmi Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas (Mura), mengeluh. Pasalnya jalan poros Desa Manaresmi sudah memprihatinkan membuat warga minta perhatian pemerintah agar secepatnya memperbaiki jalan tersebut.
Wahab, salah seorang warga Desa Manaresmi kepada wartawan koran ini, Minggu (2/5) mengatakan, kondisi jalan Desa Manaresmi dari awal pengkoralan yang dibangun kira-kira sudah 10 tahun hingga sekarang belum diperbaiki dari pemerintah.
Wahab menambahkan kondisi sebagian koral di jalan itu nyaris tidak terlihat. Sehingga saat hujan kondisi jalan dengan lebar 6 meter sulit untuk dilewati. Karena becek dan mengenaskan sekali," jelas Wahab.
Masih kata dia, masalah jalan ini sudah sering diajukan warga melalui kepada Kepala Desa (Kades) hingga ke pemerintah agar jalan itu segera diperbaiki. "Sebab perbaikan jalan ini untuk kepentingan masyarakat," ungkap wahab.
Sementara itu, Wanto warga yang sama mengatakan kondisi jalan di Desa Manaresmi sudah lama rusak. "Dari awal saja hanya dikasih batu koral saja, tidak langsung di aspal dan sekarang kondisi batu koral sudah mulai memprihatinkan dan belum juga ada perbaikan dari pemerintah," jelasnya.
Ia menambahkan rusaknya jalan itu sulit dilalui kendaraan sehingga masyarakat kebanyakan penghasilan karet dan sawah. Jadi untuk mengakut karet, maupun padi dengan kondisi jalan rusak makin sulit dilalui kendaraan. "Warga sudah mengajukan kepada pemerintah agar diperbaiki. Hanya saja sampai sekarang kondisi jalan masih dalam keadan rusak," papar Wanto.
Lanjut Wanto, harapan warga minta pemerintah segera diperbaiki. "Sekalian pengaspalan sebab dengan kondisi jalan yang bagus akan menambah berkembang dan memudahkan dalam perekonomian desa. "Terutama dibidang pertanian dan karet," jelas Wanto.
(14)

Rizal : Lembaga Adat Selesaikan Persoalan di Desa

0 komentar
MUARA BELITI–Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Mura, Rizal Effendi menilai pembentukan lembaga adat Kabupaten Mura memiliki banyak manfaat. Selain dapat menyelesaikan persoalan yang terjadi di masyarakat dengan menggunakan hukum adat, juga dapat membuat ketentraman di masyarakat makin baik.
Maksudnya, keberadaan lembaga adat ini membantu sekali penyelesaian masalah dialami warga yang ada melakukan perbuatan melanggar hukum, misalnya mencuri getah karet hingga tidak dilanjutkan ke ranah hukum. "Lembaga adat dengan memberikan sanksi kepada pelaku dapat menyelesaikan persoalan tersebut. Setidaknya di sini lembaga adat memiliki fungsi menyelesaikan konflik yang kerap muncul di desa hingga ada solusinya," kata Rizal Effendi, Sabtu (1/4).
Sekedar mengingatkan Pemkab Mura sudah membentuk lembaga adat Mura belum lama ini di Auditorium Pemkab Mura. Selain itu dibentuk juga lembaga adat di desa-desa dengan menunjuk orang yang sudah dituakan hingga pembentukan lembaga adat ini memang ditujukan untuk masyarakat setempat.
Rizal Effendi menjelaskan lembaga adat yang dibentuk melalui SK Bupati Mura itu sudah bekerja dengan secretariat di kantor Disbudpar Mura di Muara Beliti. "Mereka ini telah memiliki sekretariat yang kita sediakan di kantor Disbudpar. Apabila muncul persoalan di masyarakat maka lembaga adat akan menyelesaikannya hingga didapatkan titik terang dari solusi masalah yang dialami masyarakat tersebut," tambah Rizal Effendi.
Selain menyelesaikan persoalan yang terjadi di masyarakat, ia juga berharap ke depan lembaga adat dapat melestarikan budaya lokal menjadi ciri dari Kabupaten Mura. "Kita ingin budaya lokal Kabupaten Mura juga dilestarikan lembaga adat. Kebudayaan yang dimiliki Mura ini cukup beragam hingga perlu dilestarikan oleh kita semua," pesan Rizal Effendi.(06)

Juni, Pemilihan Guru dan Siswa Berprestasi

0 komentar
MUSI RAWAS–Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas (Mura) akan mengadakan pemilihan guru berpretasi dan siswa berpertasi pada awal bulan juni. Dalam pemilihan tersebut diikuti oleh seluruh siswa dan guru dilingkungan kabupaten Mura. Penegasan itu dikatakan Kadisdik Mura, Edi Iswanto, melalui kabid dikmenti Toto Sunarto didampingi Kasi Pembinan SMA, A. Bastari kepada wartawan ketika dijumpai wartawan koran ini di ruang kerjanya, Sabtu (1/5).
"Dalam pemilihan guru dan siswa berprestasi pihaknya belum dapat mengatakan lebih jauh mengenai kriteria dan syarat pada pemilihan itu. "Untuk pemilihan itu, yang jelas kami belum mau mengatakannya untuk saat ini, sebab kita asih menunggu intrukisi dari atasan menngenai kriteria dalam pemilihan guru dan siswa berprestasii tersebut," kata kasi pembina SMA, A Bastari.
Untuk itu, lanjut Bastari, pada Rabu (5/5) pihaknya akan mengadakan lomba Undang-undang 1945 yang akan dilaksanakan di SMA I Muara Beliti. Perlombaan itu merupakan untuk mensosialisasikan kepada siswa SMA/MA/SMK untuk dapat mengikuti mengetahui uud 1945 yang sebenarnya. "ebab dari tahun ketahun UUD 1945 tersebut banyak perubahan-perubahan. untuk itu, kita mengupayakan kepada anak untuk dapat mengetahui hal tersebut," ungkap A. Bastari.
(16)

Pagi Ini, Peletakan Batu Pertama Gedung Guru

0 komentar
MUARA BELITI–Pagi ini, (Senin, 3/5), Bupati Musi Rawas, H Ridwan Mukti akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung guru di kawasan Agropolitan Centre Kecamatan Muara Beliti. Pembangunan gedung guru di Kabupaten Mura itu diperkirakan menjadi gedung terbesar di Asia Tenggara.
Kabag Humas Setda Mura, Syahfaz melalui Kabid Pemberitaan, Imam membenarkan rencana peletakan batu pertama pembangunan gedung guru tersebut.
"Dijadwalkan memang Bupati Mura, Ridwan Mukti akan melakukan peletakan pertama pembangunan gedung guru di Agropolitan Center dihadiri juga para pejabat di jajaran Pemkab Mura. Acara peletakan batu pertama ini bakal berlangsung pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB hingga selesai. Setelah itu akan dilaksanakan upacara peringatan hari pendidikan nasional," papar Imam pada koran ini, kemarin (2/5).
Ia menambahkan kesiapan menjelang acara tersebut sudah dilakukan dengan baik. Sekarang tinggal pelaksanaan acara tersebut yang akan dihadiri langsung oleh Bupati Mura.(06)