Selasa, 25 Mei 2010

Ofian : Saya Tidak Ada Koordinasi dengan Aping

0 komentar
Terkait Acara Ultah Marcelo
LUBUKLINGGAU–Orgen tunggal Ofian, Ofian membantah bila ada koordinasi pelaksanaan ulang tahun (Ultah) Marcelo dengan Aping. "Saya tidak ada koordinasi dengan Aping," ucap Ofian kepada wartawan koran ini, Senin (24/5). Ia mengaku tidak memiliki Hand Phone (HP) hingga wajar bila dihubungi tidak aktif. "Aping kan bisa datang ke rumah saya. Padahal saya sudah siap peralatannya," kelitnya.
Ditambahkan Afian, dirinya tidak pernah menyatakan tidak ada uang muka. "Setiap main orgen tunggal harus ada uang muka. Saya bodoh kalau cuma main saja," imbuhnya.
Selanjutnya Ofian memberikan sepucuk surat yang berisikan pihak Orgen Tunggal Ofian merasa bahwa informasi yang disampaikan menandung unsur "Pencemaran Nama Baik". Managemen Orgen Tunggal Ofian tidak memiliki hubungan kerja sama, kekeluargaan, maupun kontrak kerja tertulis dengan Aping sebagai pelaksana kegiatan dan atau narasumber. Pernyataan yang disamapaikan sangat merugikan pihak managemen "O.T Ofian",
Dasar hukum kontrak di Indonesia, yang ditertibkan Elip. Pada seri hukum, syarat Sahnya suatu perjanjian adalah sepakat mereka untuk mengikatkan dirinya, cakap untuk membuat suatu perikatan, suatu Hal tertentu, suatu sebab yang halal.
Aping tidak memenuhi hal tersebut, management O.T Ofian meminta Aping untuk mencabut dan meralat pernyataannya yang telah disampaikan pada media cetak terbitan Minggu (23/5). Bila tidak menindaklanjuti dan memohon maaf secara tertulis dan atau lisan (secara kekeluargaan). Maka permasalahan ini akan dilanjutkan melalui jalur hukum, dikarenakan adanya unsur perbuatan tidak menyenangkan dan pencemaran nama baik.
Sementara itu, Aping saat dimintai tanggapannya mempersilahkan Ofian menempuh jalur hukum. Sebab nformasi yang disampaikan tersebut adalah fakta (kenyataan) yang terjadi. "Silahkan mau nak kemana, sebab ketua RT 01, bos Widuri juga mengatahuinya," kata Aping meyakinkan.
Sebelum acara dimulai, sambung dia, pihaknya telah mendatangi rumah Ofian namun tidak ada. "Saya sudah dua kali ke rumahnya, saksinya," tambahnya.(08)

Juni, BAZ Bagikan Bantuan Tahap II

0 komentar
MUSI RAWAS–Kalau tidak ada aral melintang, Juni mendatang, Badan Amil Zakat (BAZ) Provinsi Sumatera Selatan akan menyerahkan bantuan tahap II bagi warga miskin di beberapa kecamatan dalam wilayah Kabupaten Musi Rawas. Demikian diungkapkan Ketua BAZ Provinsi Sumsel, H Robinson, kepada wartawan koran ini, beberapa waktu lalu.
"Insyaallah, bulan depan (Juni, red) kami akan menyalurkan bantuan tahap kedua bagi warga kurang mampu di beberapa kecamatan dalam wilayah Kabupaten Mura. Untuk jumlahnya, kami telah serahkan kepada BAZDA Kabupaten Mura mendatanya," lanjut H Robinson.
Adapun bantuan yang akan diberikan antara lain, bantuan kerabat dhuafa, kacamata gratis, khitanan massal dan Desa siaga sebagai perwujudan program Sumsel Sehat. Kemudian, untuk program Sumsel Cerdas yakni bantuan untuk siswa miskin berupa pakaian, buku perpustakaan serta rak buku.
Tak hanya itu, untuk menuju Sumsel Taqwa, BAZ juga akan memberikan bantuan berupa da’i, guru ngaji, pembangunan masjid dan majelis taklim. Dan untuk menuju Sumsel Peduli akan diberikan bantuan konsumtif fakir miskin.
"Bantuan ini sesuai dengan program Pemerintah Provinsi Sumsel dalam menuju Sumsel Sehat, Sumsel Cerdas, Sumsel Taqwa dan Sumsel Peduli. Mudah-mudahan semuanya akan terwujud dengan baik berkat bantuan masyarakat Sumsel," pungkasnya.(07)

Senin, 24 Mei 2010

Jalan Jajaran Baru-SP 4 Rusak

0 komentar
MEGANG SAKTI–Warga Desa Jajaran Baru dan Trans SP 4 Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas (Mura), mengeluh. Pasalnya jalan menguubungkan kedua desa itu terputus, sehingga mereka kesulitan untuk keluar masuk desa dengan menggunakan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat.
Rudi, salah seorang warga Kecamatan Megang Sakti kepada koran ini, Minggu (23/5) mengungkapkan kerusakan jalan itu mengakibatkan kendaraan bermotor tidak bisa ke desa itu. Menurut Rudi, jalan itu sudah diperbaiki tahun 2008, tetapi sekarang sudah hancur.
"Hancurnya jalan itu akibat banyak mobil bermuatan melebihi tonase, terutama mobil truk. Pada hal jalan itu dibangun untuk mobil kecil seperti angkutan pedesaan (Angdes). "Karena beban telalu berat jadi jalan itu cepat sekali hancur," kata Rudi.
Denagn rusaknya jalan itu, masyarakat di desa itu tidak dapat mengeluarkan hasil pertaniannya keluar daerah sepeti getah karet buah sawit atau hasil pertanian lainnya untuk dijual. "Begitu juga hasil karet hanya bisa diangkut dengan sepada motor," jelas Rudi.
Menurut Rudi, jalan itu akan tambah parah lagi kerusakannya kalau hari hujan.
Dan rusaknya jalan ini bukan hanya disebabkan akibat dilewati mobil melebihi tonase, tetapi kualitas pembangunan itu oleh kontraktor juga tidak bagus. "Saya harap pemerintah dapat memperbaiki jalan itu agar mempermudah warga untuk akses keluar daerah," harapnya.(05)

Humas Mura Verifikasi Radio Teleks

0 komentar
MUARA BELITI–Pengujian (Verifikasi) terhadap radio teleks di seluruh kantor kecamatan telah dilakukan Bagian Humas Setda Mura. Hingga hari ketiga (Sabtu, 22/5) pengecekan, tim Humas belum menemukan adanya kerusakan radio teleks.
Pengecekan itu dipimpin langsung Kabag Humas, Syahfaz Ratu PN didampingi Kasubbag Santel, Heri Heryanto dan stafnya, A Datuk dan Iswanto. Syahfaz kepada wartawan koran ini mengatakan setidaknya ada lima kecamatan berhasil ditinjau tim diantaranya Kecamatan Tuah Negeri, Sukakarya, Jayaloka, Tiang Pumpung Kepungut, dan Muara Beliti.
Sebelumnya Kamis (20/5) dan Jumat (21/5) lalu, Bagian Humas sudah mengecek beberapa radio teleks di Kecamatan Tugumulyo, Purwodadi, Megang Sakti dan Sumberharta, hingga Kecamatan Ulu Rawas.
Menurut Kasubag Santel, Heriyanto berdasarkan pengecekan radio hingga hari ketiga di beberapa kecamatan, kesimpulan sementara menunjukkan radio-radio itu masih berfungsi dengan baik.
"Setidaknya sudah 12 kecamatan yang berhasil kita pantau, dan kesimpulan sementara, radio-radio di kecamatan masih layak pakai," terang Heriyanto melalui telpon genggamnya.
Lanjut dia, menghadapi proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Mura 5 Juni mendatang, pihaknya terus melakukan pengecekan hingga kondisi radio telek di seluruh kecamatan benar-benar berfungsi dengan baik.
"Berdasarkan instruksi dari Kabag Humas, pengecekan akan terus kami lakukan ke seluruh kecamatan, terutama menghadapi Pilkada bupati dan wakil bupati 5 Juni dengan hasil perhitungan sementara dari seluruh kecamatan harus segera kami ketahui," jelas Heriyanto.
Sama halnya dengan yang disampaikan staf Santel, Suselo dan Muzir Hendres belum lama ini, inventarisasi radio teleks dilakukan sebagai upaya memberikan kelancaran baik dalam penyebaran informasi ke seluruh kecamatan, maupun penyerapan informasi dari kecamatan ke Bagian Santel Humas Setda Kabupaten Mura.
"Pengecekan itu kita lakukan agar kondisi radio di seluruh kecamatan benar-benar berfungsi maksimal. Jika memang ada yang perlu diperbaiki, maka secepatnya langsung mengirmkan teknisi khusus yang bisa memperbaikinya," tambahnya.
Namun demikian, Suselo mengakui, aktifitas pengecekan yang dilakkan saat ini lebih dikhususkan untuk pengumpulan informasi hasil penghitungan sementara dari tiap-tiap kecamatan.
"Hasil perhitungan sementara Pemilukada yang kita kumpulkan bersifat intern pemerintahan. Data yang kami miliki juga bisa sebagai pembanding dari data yang berhasil dikumpulkan KPU," jelas Suselo menye-butkan tidak ada kewenangan untuk memberikan data tersebut kepada pihak lain, kecuali permintaan dari Pemprov Sumsel.(05)

Dominiq Gelar Seminar Pendidikan Nasional

0 komentar
LUBUKLINGGAU–Dominiq Jakarta adakan seminar pendidikan nasional dengan point nasional. Kegiatan itu bekerjasama dengan Kementrian (PMPTK-RI), yang akan dilaksanakan di Hall Hotel Sempurna Watervang Lubuklinggau Selasa (25/5).
"Seminar itu mengusungkan tema Peningkatan Kapasitas Mutu Pedagogi dan Andragogi Tenaga Pendidik Menuju Terwujudnya Guru Yang Memiliki Kopetensi, dengan pembicara yang kopeten dan relevan dengan materi yang akan di bahas," dikatakannya melalui pers realisnya oleh salah seorang panitia, Sabtu (22/5).
Adapun pembicara pada seminar itu yakni Prof.Dr.Cecep Suparna, Pakar Pendidikan Nasional dan Internasional dan Dr. Umay Sumarna M.Si, Tim Tekhnis Direktorat Porfesi Pendidik Ditjen PMPTK Kementrian Pendidikan Nasional.
Untuk itu, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk untuk menjembatani pusat dengan daerah. Biasanya untuk mengikuti seminar dengan setaraf nasional para guru dan pendidik harus ke ibukota atau paling dekat ke ibukota Propinsi. "Memang tidak mudah untuk menghadirkan pembicara-pembicara pusat untuk ke Daerah apalagi dari satu institusi pusat yang menaungi kependidikan, melewati prosedur yang panjang dan makan biaya yang cukup lumayan. Tapi disini kami menghadirkan sumbangsi sebagai wang Linggau untuk pendidikan di Lubuklinggau," tuturnya.
Pentingnya kegiatan ini untuk di ikuti, lanjutnya, karena dalam kegiatan ini akan di bahas berbagai permasalahan-permasalahan untuk meningkatkan kopentensi sehingga para guru dan pendidik mengetahui secara benar dan tips untuk meningkatkan kopetensi diri. tidak hanya itu para peserta dapat berinteraksi langsung dengan para pembicara. "Setiap peserta yang mengikuti kegiatan ini akan mendapatkan Soft copy CD makalah, hard copy makalah, Pin Brush, dan sertifikat yang dapat di gunakan untuk menambah portofolio pribadi maupun kebutuhan profesi, tegasnya.
Perlu diketahui, bagi yang ingin mengikuti kegiatan ini dapat menghubungi panitia di Jl. Garuda No.700 Talang Bandung atau di Hotel Sempurna watervang Lubuklinggau dengan Hotline di 0813 8656 4649 - 0878 8344 6959. Bagi yang berminat pendaftaran Masih di buka saat acara berlangsung.(10)

Kamis, 20 Mei 2010

Los Pasar AC Belum Difungsikan

0 komentar
Pembeli Masih Sepi
MUARA BELITI–Los pasar terletak di Agropolitan Center (AC) di Kecamatan Muara Beliti, belum difungsikan secara maksimal, sehingga terlihat sepi dari pedagang. Dan hingga Rabu (19/5), belum ada peningkatan pedagang yang berjualan di kawasan AC di Kelurahan Muara Beliti Tersebut.
Camat Muara Beliti, Indra Bazid kepada wartawan koran ini, Rabu (19/5) mengatakan, peningkatan pasar los itu dari pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Musi Rawas (Mura), kerjasama Kecamatan Muara Beliti serta Asosiasi Pedagang. "Sekarang ini belum ada peningkatan di kawasan pasar tersebut karena akan dianggarkan terlebih dulu dana untuk pembangunan peningkatan bangunan pasar tersebut," kata Indra Bazid.
Indra Bazid menambahkan pengawasan pasar itu dilakukan Disperindagsar, sedangkan pihak kecamatan hanya membatu saja. Dan anggaran untuk pembangunan peningkatan pasar itu diperkirakan terealisasi di tahun anggaran 2011 mendatang. "Kalau jumlah anggaran dana belum tahu, sebab masalah itu kewenangan Disperindagsar," kata Indra Bazid.
Mengenai bentuk kerja sama dalam peningkatan pasar, Indra Bazid menyebutkan diantaranya akan membuat pasar kalangan di los dengan dibuat blok-blok. "Kalau untuk ruko sudah ada yang buka, setiap hari sekitar 15 ruko yang telah aktif berjualan," imbuh Indra.
Kalau untuk pasar kalangan di pasar itu sudah aktif setiap hari Sabtu, seperti pegadang sayur-sayuran, manisan, pakaian, penjual makanan dan lain sebagainya.(05)

Adi Winata: Tak Ada Pemotongan Insentif Guru Ngaji

0 komentar
MEGANG SAKTI–Sebelumnya pengurus Forum Guru Ngaji (FGN) ramai-ramai membantah adanya dugaan pemotongan insentif guru ngaji Rp 25 ribu/orang, kali ini giliran Camat Megang Sakti, Adi Winata melakukan hal yang sama.
Menurut Adi Winata, sampai sekarang tidak ada pemotongan honor guru ngaji, baik dari Forum Guru Ngaji (FGM) Kabupaten Mura, maupun FGM Kecamatan Megang Sakti.
Hal itu disampaikan Adi Winata kepada wartawan koran ini Rabu (19/5).
"Silahkan lakukan pengecekan terhadap setiap para guru ngaji di Megang Sakti, ada tidak pemotongan Rp 25 ribu bagi honor mereka," kata Adi Winata.
Uang insentif guru ngaji itu diserahkan langsung dari bagian keuangan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Mura. Dan untuk mendapatkan dana itu tentu melalui seleksi administrasi yang ketat. Sementara pihak kecamatan sifatnya hanya memfasilitasi,"kata Adi Winata.
Adi Winata menambahkan, mungkin guru ngaji yang mengatakan adanya potongan tersebut, karena dari FGM akan membentuk wadah koperasi, dari situ ada iuran untuk koperasi, padahal itu belum dipotong yang jelas ini kesalahpahaman saja. "Masalah ini hanya misscomunication (informasi yang terputus) antara FGM dengan guru ngaji," tambahnya.
Dijelaskannya, dengan dibentuk FGN maka asalah guru ngaji yang belum terorganisir baik tingkat kabupaten, kecamatan hingga sampai ke desa-desa dapat terorganisir.
"Contohnya apabila ada seleksi khatam Al Qur’an dari guru ngaji, maka disampaikan kepada guru ngaji agar pengurusan persyaratannya lebih cepat. Dan FGN akan membentuk wadah koperasi simpan pinjam (KSP) diperuntukkan bagi guru ngaji di kecamatan masing-masing se-Kabupaten Mura untuk kelangsungan organisasi. Misalnya, kalau ada seleksi hatam qur’an, ada guru Ngaji yang mendadak jangkauan jauh mereka tidak tahu padahal dari muridnya ada, mereka tidak tahu adanya seleksi, maka FGN yang memberitahu mereka, " jelas Adi Winata.
Disamping itu para murid mereka juga kurang terorganisir sebulan belajar di sini, sebulan lagi belajar ngaji ke tempat lain. Dengan adanya FGN akan didata siapa saja guru dan berapa lama mereka mengajar. Murid juga didata berapa jumlahnya. "Intinya tujuan dari terbentuk FGN dan programnya itu sangat baik," jelas Adi Winata.(05)