Senin, 31 Mei 2010

Pemilik Lahan Tuntut Kompensasi ke PT AGM

0 komentar
Terkait Kebakaran Kebun Warga Semambang
MUSI RAWAS–Pasca kebakaran akibat kran minyak pecah di kampung Pecah Wali, Desa Mambang, Kecamatan Muara Kelingi, berbuntut panjang. Pasalnya pemilik lahan, Majid menuntut ganti rugi (Kompensasi) atas terbakarnya 300 batang karet kepada PT Akar Guna Mandiri (AGM) sebesar Rp 45 juta.
Tuntutan Majid mendapatkan tanggapan dari pihak kecamatan dengan memfasilitasi pertemuan bersama perwakilan PT AGM, Andi di kantor camat, belum lama ini. Tetapi, hingga saat ini tuntutan Majid tersebut belum juga dipenuhi pihak perusahaan tersebut. Sehingga kecamatan tetap mengupayakan agar kompensasi tersebut dapat tetap diberikan untuk Majid yang lahan miliknya terbakar sampai dua kali.
Camat Muara Kelingi, Ali Sadikin kepada koran ini, Minggu (30/5) mengatakan bahwa pihaknya sudah memfasilitasi permintaan dari Majid selaku pemilik lahan yang terbakar tetapi hingga saat ini belum juga ada realisasinya. "Kami menyayangkan sekali jika tuntutan ganti rugi diajukan Majid belum diberikan pihak perusahaan tersebut, semestinya korban yang lahannya terbakar itu mendapatkan bantuan," jelas Ali Sadikin pada koran ini, kemarin.
Ia meneruskan musibah kebakaran lahan itu memang berasal dari kran milik perusahaan tersebut, dan ini sudah dua kali terjadi di lahan milik Majid. Pihaknya berharap agar pihak perusahaan memerhatikan kerugian dialami korban. Ali Sadikin menegaskan penyebab kebakaran itu bukan disengaja dilakukan oknum tertentu, melainkan memang dari kran minyak mentah milik PT AGM. "Perlu menjadi perhatian juga, sebelum peristiwa kebakaran berlangsung pihak perusahaan sudah disurati oleh Distamben, tetapi tak diindahkan. Dalam surat itu disebutkan bahwa kran pipa berpotensi menimbulkan kebakaran," jelas Ali Sadikin.
Sebelumnya, Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Musi Rawas, Usman Mustopa mengatakan bahwa dari hasil peninjauan pihaknya ke Desa Pecah Malawi, Kecamatan Muara Kelingi, diketahui bahwa api yang membakar
kebun milik Majid memang benar disebabkan kran minyak mentah menyebabkan kebakaran lahan kebun.(01)

Warga Watervang Gotong Royong Aspal Jalan Bonnek

0 komentar
LUBUKLINGGAU–Partisipasi warga RT 07 Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I patut menjadi contoh masyarakat lainnya. Betapa tidak, mereka bergotong royong membangun jalan lapen (aspal) di Jalan Bonnek dengan dana swadaya masyarakat. Dan tenaga kerjanya dari warga sekitar yang dikoordinatori Nurunan Harahap.
"Jalan Bonnek ini sangat dibutuhkan masyarakat khususnya RT 7 Kelurahan Watervang, karena jalan tersebut dapat mempercepat ke jalan Yos Sudarso," kata Koordinator proyek jalan, Nurunan Harahap didampingi Lurah Watervang, Irwan DP Siregar dan Ketua RT 7, Arlan Ali kepada wartawan koran ini, Minggu (30/5).
Lanjut Nurunan, sapaan Nurunan Harahap, jalan Bonnek sebenarnya mengandung makna tersendiri sebab pembangunan jalan dengan ‘bondo nekat’ atau dana dengan seadanya.
"Kami harapkan ada bantuan dari Walikota, Riduan Effendi dan donatur yang mau menyumbangkan dana agar pengerjaan jalan segera selesai," jelasnya.
Dana yang dihimpun dari masyarakat sambung dia, baru terkumpul Rp 20 juta, sedangkan dana yang dibutuhkan untuk jalan sepanjang 350 meter dan lebar 3 meter sebesar Rp 85 juta. "Kami baru mengerjakan jalan kurang lebih 100 meterx3 meter sebab keterbatasan dana," tambahnya.
Warga Kelurahan Watervang, lanjut dia, sangat berharap kepada Pemkot Lubuklinggau agar menyumbangkan sedikit dananya untuk pembangunan jalan Bonnek. "Sekali lagi, kami mohon Walikota dan jajarannya membantu menyumbang dana," pungkasnya.(08)

Warga Watervang Gotong Royong Aspal Jalan Bonnek

0 komentar
LUBUKLINGGAU–Partisipasi warga RT 07 Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I patut menjadi contoh masyarakat lainnya. Betapa tidak, mereka bergotong royong membangun jalan lapen (aspal) di Jalan Bonnek dengan dana swadaya masyarakat. Dan tenaga kerjanya dari warga sekitar yang dikoordinatori Nurunan Harahap.
"Jalan Bonnek ini sangat dibutuhkan masyarakat khususnya RT 7 Kelurahan Watervang, karena jalan tersebut dapat mempercepat ke jalan Yos Sudarso," kata Koordinator proyek jalan, Nurunan Harahap didampingi Lurah Watervang, Irwan DP Siregar dan Ketua RT 7, Arlan Ali kepada wartawan koran ini, Minggu (30/5).
Lanjut Nurunan, sapaan Nurunan Harahap, jalan Bonnek sebenarnya mengandung makna tersendiri sebab pembangunan jalan dengan ‘bondo nekat’ atau dana dengan seadanya.
"Kami harapkan ada bantuan dari Walikota, Riduan Effendi dan donatur yang mau menyumbangkan dana agar pengerjaan jalan segera selesai," jelasnya.
Dana yang dihimpun dari masyarakat sambung dia, baru terkumpul Rp 20 juta, sedangkan dana yang dibutuhkan untuk jalan sepanjang 350 meter dan lebar 3 meter sebesar Rp 85 juta. "Kami baru mengerjakan jalan kurang lebih 100 meterx3 meter sebab keterbatasan dana," tambahnya.
Warga Kelurahan Watervang, lanjut dia, sangat berharap kepada Pemkot Lubuklinggau agar menyumbangkan sedikit dananya untuk pembangunan jalan Bonnek. "Sekali lagi, kami mohon Walikota dan jajarannya membantu menyumbang dana," pungkasnya.(08)

Audisi Lagu Ridwan Mukti Diminati Peserta

0 komentar
TUGUMULYO–Audisi lomba lagu Ridwan Mukti diminati peserta. Terbukti saat audisi lomba tersebut diikuti 514 orang berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Mura.
Audisi itu dilaksanakan selama tiga hari dari 28 Mei-30 Mei di Gedung Dekranasda Desa F Trikoyo, Kecamatan Tugumulyo.
Pembina Lomba Lagu Ridwan Mukti, Lily Martiani Maddari melalui Ketua Pelaksana, Toni kepada wartawan koran ini Minggu (30/5) mengatakan bahwa pelaksanaan lomba pada tanggal 28 Mei dari wilayah I sebanyak 7 Kecamatan, diantaranya Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK), Muara Beliti, STL Ulu Terawas, Purwodadi, Selangit Sumberharta dan Tugumulyo diikuti 300 peserta.
Sedangkan pada 29 Mei peserta berasal dari wilayah II diikuti 6 kecamatan sebanyak 89 peserta, dan untuk wilayah III dan IV dari 8 kecamatan dengan 130 peserta. "Nanti setiap kecamatan diambil satu finalis untuk mewakili kecamatan," jelas Toni.
Dilanjutkan Toni, saat audisi tersebut para peserta dinilai tiga orang dewan juri dewan juri diantaranya Hamam sebagai pencipta lagu, Atay Muktar sebagai musisi atau pengarah seni musik, Febiansyah Fokalis Lagu Ridwan Mukti.
"Audisi itu merebutkan hadiah juara pertama sebesar Rp 20 Juta, Juara II sebesar Rp 15 Juta, Jura III Sebesar Rp 10 Juta dan untuk harapan I sampai XVIII masing –masing mendapatkan total hadiah sebesar Rp 5 Juta," Jelas Toni.
Toni menambahkan penyerahan hadiah akan dilakukan langsung Ridwan Mukti pada waktu Grand Final di lapangan Sepakbola Desa F Trikoyo, Kecamatan Tugumulyo pada 1 Juni 2010 pukul 09.00 WIB hingga selesai. "Pada lomba itu akan dipilih supporter paling heboh di setiap kecamatan, lalu mereka akan diberikan hadiah," jelas Toni.
Dalam acara penutupan itu dimeriahkan langsung oleh artis Ibu Kota, Frans KDI dan Mery Geboy. "Kami harap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mura dapat datang menyaksikan grand final," tambahnya.
Ia juga menyebutkan peserta audisi dapat diikuti dari segala usia, baik tua, muda dan yang penting mereka warga Kabupaten Mura. Serta memenuhi syarat dengan memiliki kartu pelajar bagi yang masih berstatus pelajar, ada Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan juga ada rekomendasi dari pihak Kades atau Lurah.
"Adapun tujuan Ridwan Mukti beserta Lily Martiani Maddari mengadakan audisi itu disamping mencari bibit dan bakat warga Mura yang potensial juga kedepanya akan dibina mengikuti lomba dengan ajang lebih tinggi," papar Toni.(05)

Amro : Investor Datang, Peluang Bisnis Terbuka

0 komentar
MUARA BELITI–Peta perekonomian Kabupaten Musi Rawas (Mura) berada pada posisi strategis, baik dijalur regional maupun jalur nasional yang berimplikasi pada potensi untuk memacu prekonomian melalui pusat perdagangan dan industri.
Demikian halnya dengan potensi Sumber Daya Alam (SDA), baik diolah maupun masih dalam tahap pengkajian dan penelitian, menjadi kiblat tersendiri bagi kalangan investor untuk berduyun-duyun mendatangi kawasan yang diprediksi masih menimbun berbagai harta karun (barang tambang,red).
Dengan berbagai kalangan investor yang datang ke Kabupaten Mura, selain kebutuhan tenaga kerja yang meningkat, dampaknya secara langsung dirasakan adalah semakin terbukanya peluang bisnis dengan mitra strategis sebagai langkah menuju awal kebangkitan dan berkembang dalam segmen perekonomian lokal.
Demikian dikemukakan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Amro Munzi Bemban, saat membuka rapat masalah ekonomi, di Hotel Sempurna Lubuklinggau, Kamis (28/5) lalu.
Menurut Amro, dengan memanfaatkan SDA sebagai potensi unggulan, program menuju Mura sebagai gerbang investasi sektor Barat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) adalah hal yang sangat mungkin terjadi. Dengan demikian, peluang bisnis sebagai cikal bakal untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis perekonomian regional dan nasional di Kabupaten Mura akan semakin menggeliat.
"Dengan membangun sistim dan peluang bisnis ekonomi yang kuat, dan dengan mitra strategis, produk-produk unggulan SDA akan menjadi bidikan investor yang harus bisa kita imbangi dengan orientasi permintaan pasar," tutur H Amro.
Dikatakannya, pasar merupakan dasar acuan untuk mengembangkan suatu komoditas yang dihasilkan, termasuk pengolahan produksi dan penyediaan input produksinya.
Agar tetap bertahan diera, persaingan bisnis yang semakin terbuka, Amro kembali mengingatkan untuk tetap meningkatkan kualitas dan kuantitas hingga memanfaatkan teknologi yang tepat dan dibarengi dengan pemenuhan skala perekonomian yang efisien.
"Program Agropolitan yang kita bangun sebagai kesatuan wilayah yang berbasis agro ekosistim dengan mengembangkan teknologi dan kemampuan masyarakat memberikan peluang dalam keunggulan komptetitif (keterbuk;aan persaingan bisnis) yang bisa diwadahi melalui koperasi," imbuhnya.(05)

Kamis, 27 Mei 2010

Bupati Segera Lantik Pengurus FPA dan KRA

0 komentar
MUARA BELITI–Sedikitnya 21 pengrus Forum Pembina Adat (FPA) kecamatan dan 277 Koordinator Rapat Adat (KRA) dari desa dan kelurahan dalam Kabupaten Musi Rawas (Mura), segera dilantik. Para pengurus FPA dan KRA itu akan dilantik Bupati Mura, Ridwan Mukti, Rabu (2/6) nanti di Pendopoan Bupati.
Demikian dikemukakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Mura, Rizal Efendi, didampingi Kabid Kebudayaan, Hamam Santoso, kepada wartawan koran ini, Rabu (26/5).
Rizal menambahkan, pembentukan FPA dan KRA sebagai upaya penggalian, pembinaan dan pelestarian budaya serta tradisi yang ada di masyarakat Kabupaten Mura. Dan Disbudpar sudah menunjuk 1.385 koordinator dan rapat adat di seluruh desa/kelurahan, 21 forum Pembina adat tingkat kecamatan, dan 28 pengurus forum Pembina adat tingkat kabupaten.
"Kita sudah memiliki FPA di kabupaten, jadi rencananya 2 Juni nanti bupati akan melantik pengurus FDA kecamatan dan KRA tingkat desa/ kelurahan," terang Rizal.
Ditambahkan Hamam Santoso, pelantikan itu sebagai salah satu tujuan pemerintah daerah menggali, membina, melestarikan adat budaya dan tradisi yang sudah berkembang di masyarakat sejak jaman dahulu.
Disamping itu, sambung Hamam, dalam kesempatan pelantikan itu ada penyerahan bantuan berupa alat-alat kesenian untuk sanggar kesenian di kecamatan dan sekolah tingkat SMA. "Usai acara pelantikan akan dilangsungkan penyerahan alat-alat kesenian, untuk 8 sanggar seni kecamatan dan 8 sanggar seni SMA," pungkasnya.
Kasubbag Pemberitaan Humas Pemkab Mura, Imam Subagja menginformasikan hari ini, Kamis (27/5) akan ada pertemuan di ruang advokasi yang membahas tentang persiapan pelantikan lembaga adat tersebut.(05)

Dinsos dan KPAID Membina Anjal

0 komentar
LUBUKLINGGAU–Dinas Sosial (Dinsos) Kota Lubuklinggu bekerjasama dengan Komisi Perlindungan Anak Derah (Kapaid) terus mengadakan pembinaan terhadap anak jalanan (Anjal). Sedikitnya 40 anjal telah mendapatkan pembinaan dengan memberikan bantuan untuk mereka dilaksanakan pada Juli mendatang.
Kepala Dinsos Kota Lubuklinggau Edison Jaya melalui Kepala Seksi Rehabilitasi Anak (SRA) Agus Suroto kepada wartawan koran ini Selasa (26/5) mengatakan bahwa bentuk kerjasama ini memfasilitasi terhadap Anjal dalam batuan usaha dalam pembinaan yang akan dilaksanakan tersebut. Yaitu pembuatan sapu injuk.
Agus Suroto menjelaskan masalah dana terhadap Anjal baru akan dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2010. Adapun kriteria Anjal yang mendapatkan bimbingan yaitu mereka yang seharian menghabiskan waktu di jalanan untuk mencari nafkah. "Untuk jumlah anjal dari tahun 2008 hingga sekarang ini sebanyak 100 lebih. Kategorinya dengan usia dari SD sampai SMA. Kebanyakan mereka itu putus sekolah tetapi sebagian juga ada yang masih sekolah," jelas Agus Suroto. Ia menjamin para anjal itu mendapatkan bimbingan hingga mereka nanti menjadi mandiri.
Modal usaha yang dibantu untuk Anjal, lanjut dia, sesuai kebiasaan Anjal dalam mencari nafkah ditambah bentuk usaha diberikan dalam pembinaan. "Adapun anjal yang sudah dibina, sekarang sudah ada membuka usaha sendiri dan bisa dikatakan berhasil," jelas Agus Suroto.
(05)