Rabu, 05 Mei 2010

Kepala DTPH Himbau Petani Antisipasi El Nino

0 komentar
MUARA BELITI–Dampak El Nino seperti diramalkan Badan Meteorology, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta kenaikan harga pupuk anorganik menjadi perhatian serius dari Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Kabupaten Musi Rawas. Pihak DTPH menghimbau kepada petani agar meningkatkan kewaspadaannya menghadapi hal tersebut.
Kepala DTPH Kabupaten Mura, Hendy UP melalui siaran persnya, kemarin mengatakan musim kemarau tahun ini akan relatif lebih panjang dan jatuh lebih awal mulai Mei 2010. "Para petani agar meningkatkan kewaspadaan dan melalui organisasi kelompok tani/gapoktani/P3A/GP3A lebih kompak terpadu dalam menata kelolaan air irigasi dan sumber-sumber air lainnya, demi peningkatan daya guna dan hasil guna air bagi tanaman pangan secara bijaksana," papar Hendy.
Ia menambahkan sebaiknya petani segera melaksanakan gerakan tanam padi palawija di kawasan, serta produksi beras di Kecamatan Muara Beliti, Tugumulyo, Purwodadi, Sumberharta, Megang Sakti, dan sekitarnya. "Dengan tahapan sebagai berikut yaitu menyusun rencana kebutuhan definitif kebutuhan kelompok tani (RDKK), melaksanakan Gropyokan tikus secara masal, melaksanakan gerakan tanam pada awal Mei 2010 dengan menggunakan varietas padi tahan wereng dan tahan kekurangan air," jelas Hendy.
Lanjut dia, khusus kepada kelompok tani yang menggunakan benih jagung hibrida baik lahan kering maupun lahan sawah, agar segera menanam di bulan Mei. Tujuannya, kata dia, untuk menghindari kekurangan air dan melaksanakan pemupukan secara optimal demi pencapaian produktivitas maksimal. "Benih hibrida itu bersifat rakus pupuk, sehingga tanpa pemupukan maksimal produktivitasnya akan sangat rendah," tegasnya.
Hendy juga mengingatkan kepada pengelompok usaha pengelola jasa alsintan (UPJA) agar mengoptimalkan pendayagunaan pompa air, hand Traktor, alat pengendali OPT demi percepatan pengelolahan lahan dan pemanfaatan sumber air. Semua ini untuk mengantisipasi kekurangan air pada budidaya tanaman.
"Saya harap para petani mulai mengubah paradigma berusaha tani dengan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk anorganik seperti urea, SP-36, ZA, NPK Phonska, dan lain-lain. Juga menggantikan dengan pupuk organik demi perbaikan kesuburan tanah, khususnya di lahan sawah irigasi," ujar Hendy. Dalam konsep beragama, sambung dia, berusaha tani merupakan ibadah hingga untuk penyempurnaan dihimbau dapat menunaikan zakat pertanian demi menggapai barokah tani.(10)

0 komentar:

Posting Komentar