Kamis, 15 April 2010

Hendy: Kenaikan Harga Pupuk Bukan Kebijakan Pemkab

0 komentar

MUARA BELITI–Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Musi Rawas (Mura), Hendy U Pranoto mengatakan, kenaikan harga pupuk Urea yang terjadi dalam sepekan terakhir ini bukan kebijakan dari Pemkab Mura melainkan kebijakan pemerintah pusat. Pihaknya hanya mengingatkan agar para petani dapat mengubah paradigma usaha tani dengan penggunaan pupuk anorganik, dan lebih menggunakan pupuk organik.


Statement Hendy ini menepis anggapan yang muncul dari para petani merasa kecewa dengan kenaikan harga pupuk Urea hingga muncul kesimpangsiuran bahwa harga pupuk mengalami kenaikan. "Saya perlu melakukan klarifikasi agar petani tidak kecewa dengan kenaikan harga pupuk ini. Kita menyarankan agar petani sekarang memakai pupuk organik. Saya contohkan pada 2008 dan 2009 lalu, telah dibangun empat contoh alat pengolah pupuk organik di Kecamatan Purwodadi, Sumberharta, Megang Sakti, dan K Kalibening," kata Hendy pada koran ini, Rabu (15/4).


Pihaknya berharap dengan pengolah pupuk organik dapat membantu petani mengatasi persoalan harga pupuk yang naik belakangan ini. Sehingga petani di kecamatan dapat meningkatkan produksi pertanian mereka.
Hendy juga meminta kepada para petani agar dapat menunaikan zakat pertanian untuk menggapai barokah para petani, hingga dapat mendukung program Mura Darussalam. "Saya harap dengan cara ini membuat produksi petani makin meningkat," harapnya.(06)

0 komentar:

Posting Komentar