Selasa, 06 April 2010

Warga Rantau Alih Sulit Menjual Hasil Bumi

0 komentar

SUKAKARYA–Terisolirnya Desa Rantau Alih, Kecamatan Sukakarya diakibatkan jalan menuju desa sejauh 7 km berupa jalan tanah. Sehingga masyarakat kesulitan menjual hasil bumi keluar desa.
"Jalan menuju desa kami pada saat musim penghujan sulit dilalui karena berlumpur," kata Parman, warga desa Rantau Alih.


Dilanjutkannya, sudah sejak lama masyarakat mengeluhkan buruknya infrastruktur jalan menuju desa mereka. Sehingga diharapkan ada peningatan jalan dari dinas instansi terkait.
"Setiap tahun kami hanya mengusulkan peningkatan jalan desa kami karena jalan desa ini merupakan kebutuhan yang sangat mendesak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.


Sementara itu Camat Sukakarya, Tarmizi, membenarkan jalan Desa Rantau Alih masih memprihatinkan dan sudah mendapatkan usulan dari Musrenbang tingkat kecamatan agar menjadi prioritas pembangunan pada 2011.
"Kami sudah mengusulkan pembangunan jalan Desa Rantau Alih sejauh 7 km pada Musrenbang tingkat kabupaten beberapa waktu lalu," katanya.


Dilanjutkan Tarmizi, pada saat Musrenbang tingkat Kabupaten Mura pihaknya telah mengusulkan peningkatan infrastruktur. Diantaranya peningkatan Jalan Suka Rena sejauh 2 km, dan jalan Desa Ciptodadi sepanjang 3 km diharapkan mendapat prioritas pembangunan pada 2011 mendatang.
Selain itu juga pihaknya juga mengusulkan pembangunan dibidang sosial maupun bidang kemasyarakatan lainnya diusulkan melalui Musrenbang Keca matan Sukakarya.(11)

0 komentar:

Posting Komentar